Minggu, 08 September 2013

JR # minggu 3 Pemasaran Ritel

Dalam kondisi yang kurang Fit tetap semangat....

Modul Minggu ke 3 "Pemasaran Ritel"


Mengerjakan tugas minggu ke 3 ini bagi saya sangat menyenangkan walau banyak kendala soal manajemen waktu yang di butuhkan,tekat dan semangat serta motivasi belajar haruslah ada,baik dari dalam diri sendiri atau dari orang-orang di sekitar kita.Beruntung sekali saya bisa mengerjakannya walau masih banyak kekurangan yang ada,baik waktu,piiran serta kondisi tubuh untuk belajar.
Untuk tugas minggu ke 3 ini saya mengindentifikasikan bisnis usaha waralaba yang sangat mendunia yaitu Starbuck Coffee Shop,kopi merupakan favorit kegemaran saya dan tanpa kopi ibarat saya tidak mempunyai motivasi hidup.....:) .Untuk itu pilihan saya adalah Starbuck coffee yang menjadi pengamatan tugas minggu ke 3 ini,selain tempat yang nyaman serta pelayanan yang baik juga ramah juga wifi gratis yang selalu menjadi tempat saya ngopi saat libur dan tidak mempunyai kegiatan lain,pasti saya ada di Starbuck coffee.Di Starbuck coffee selain menu andalan coffee dan teh,ada banyak lagi macam menu yang pasti nikmat untuk di coba,misalnya,salad,jus buah,cake  dan aneka menu-menu lainnya,selain rasanya yang enak tapi juga sebanding dengan harga yang ada.Jadi tidak salahnya kalau kita ke sini seminggu sekali atau saat-saat santai dan menikmati kesendirian misalnya,pasti bisa enjoy dan happy....bisa di coba lho ...?



Starbuck coffee Shop
Hal yang saya suka saat santai di Starbuck Coffee adalah saat merasa jenuh,bad mood,ingin sendiri dan butuh ketenangan saat hari minggu atau libur,sambil menikmati segelas kopi dan sepotong cake saya bisa duduk berlama-lama di sini Starbuck coffee shop.Dengan perasaan bahagia saya bisa membuat jurnal minggu ke 3 ini dengan mengamati dan mengidentifikasikan tentang pemasaran bisnis retail yang sukses bahkan mendunia.
Bayak hal yang bisa saya pelajari dengan mengidentifikasikan Starbuck Coffee shop ini  yaitu tentang bagaimana cara kerja,pelayanan,konsumen dan hal-hal lain yang perlu kita contoh apabila kita berbisnis di usaha ritail coffee shop atau kita bisa menerapkan cara dan sistem kerja mereka yang baik.

Hal yang bisa kita contoh misalnya :

Strategi Inovasi untuk mengatasi persaingan usaha :
Dengan semakin melonjaknya jumlah pelaku usaha bisnis belakangan ini,tentunya banyak mengakibatkan persaingan pasar menjadi semakin ketat.Bahkan sekarang ini persaingan antara pengusaha yang satu dengan pengusaha lain sudah dalam kondisi yang semakin komplek,sehingga masing-masing perusahaan berlomba-lomba menciptakan inovasi-inovasi baru untuk mempertahankan eksistensi bisnisnya.Menggunakan inovasi baru untuk menghadapi persaingan pasar ternyata cukup efektif untuk memenangkan pasar yang ada,tanpa adanya inovasi dari para pelaku usaha,bisa di pastikan konsumen akan cepat bosan dan bisnisnya pun akan tenggelam di tengah ramainya persaingan.karena itulah para pelaku usaha kecil maupun besar di tuntut untuk selalu berinovasi baik dalam urusan internal perusahaan maupun untuk meningkatkan daya saing produk yang di hasilkan.
Untuk memulai sebuah inovasi kita bisa memulainya dengan hal-hal yang sederhana,misalnya sebagai berikut.

1.Produk unik dan menarik
Sebagian besar pelaku usaha berusaha untuk menciptakan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya.Strategi ini sangat efektif,sehingga produk yang kita ciptakan akan memiliki daya saing yang cukup kuat dan mampu bertahan di tengah padatnya persaingan pasar.Selain menciptakan produk baru,kita akan bisa mengembangkan produk yang sudah ada menjadi produk yang luar biasa.Dalam hal ini kita bisa meningkatkan kualitasnya,memperbarui bentuk dan mempercantik kemasan produknya menjadi lebih menarik.


2.Manfaat tehnologi modern.
Strategi inovasi dengan memanfaatkan bantuan tehnologi modern dalam setiap proses produksi maupun operasional usaha juga bisa kita manfaatkan.Dengan begitu kita bisa lebih produktif,memiliki daya saind produk yang lebih tinggi,serta bisa lebih teliti untuk mengurangi resiko kesalahan kerja yang di sebabkan oleh human error.

3.Meningkatkan kualitas SDM ( sumber daya manusia)
Untuk menciptakan produk yang inovatif,tentunya di butuhkan SDM yang berkompetensi dan memiliki kreatifitas cukup tinggi,karena sebelum merencanakan sesuatu yang inovatif,penting bagi kita untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan sesuai dengan perkembangan perusahaan.Sebab tanpa tangan-tangan kreatif,mustahil sebuah produk inovatif bisa tercipta.






4.Tingkatkan Pelayanan
Disamping strategi inovasi dengan menciptakan sebuah produk,kita juga menawarkan pelayanan khusus bagi konsumen kita nantinya,misalnya saja melayani pemesanan secara online,memberikan pelayanan delivery order,serta menawarkan paket one stop service untuk bisa memberikan total solusi bagi para konsumen kita nantinya.Melihat pentingnya strategi inovasi untuk mengatasi persaingan pasar/pemasaran bisnis usaha,tidak ada salahnya kita segera mencobanya untuk meningkatkan daya saing bisnis kita ,jadi kita jangan pernah berhenti untuk berinovasi,karena para pesaing bisnis lainnya tidak akan pernah lelah untuk berkreasi.




Lets Do It All............semangat dalam berinovasi dan berkarya untuk bisa mengatasi persaingan pasar....

Tabel Pemasaran:


Semakin asyik dan seru belajar Ritel,di modul ke 3 ini membahas tentang Pemasaran Ritel,yaitu yang sering kita jumpai atau bahkan tidak asing lagi kita lakukan sendiri.
Sekilas tentang arti pemasaran Ritel :
Strategi pemasaran ritel adalah pemasaran yang mengacu kepada variabel,dimana pedagang eceran dapat mengkombinasikan menjadi jalan alternatif sebagai suatu strategi pemasaran untuk dapat menarik konsumen.
Variabel ini,meliputi factor seperti :variasi barang dagangan dan jasa yang di tawarkan,harga,iklan,promosi ,dan tata ruang,desain,store,lokasi store dan merchanding.Untuk menjaga kelangsungan hidup serta kemajuan dan keunggulan dalam bisnis eceran yang semakin kompetitif,maka pengelola bisnis tersebut harus berupaya menerapkan strategi berupa program bauran penjualan eceran yang diharapkan memunculkan minat konsumen.

......................"Motivasi untuk jurnal minggu 3 adalah tetap" berinovasi dan berkreasi"...........................

Kejora in Action di mall ....Identifikasi Pemasaran Ritel...

testing coffee starbuck americano

Harga mahal kualitas bagus

KEJORA GROUP MER BATCH 1




Terima kasih kepada Bapak dan ibu dosen pembimbing .
Bapak Nur Agustinus
Ibu Poedjiati Tan
Bapak Ignatius Teodore Teddy Saputra

By :Anik Hernawati 
FB:Nick Manggo



Senin, 02 September 2013

JR # minggu 2 Perilaku Pelanggan

Antara Galau dan Bad Mood dengan masalah pribadi,mencoba dengan sistem yang profesional

Manajement ritel modul minggu ke 2 " Perilaku Pelanggan"



Tetap ramah dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan
Gambaran tentang perilaku pelanggan yang saya amati dan rasakan bahkan saya mengalaminya sendiri,sangat menarik sekali pelajaran modul ke 2 ini,sangat penting bagi kita yang ingin mempunyai usaha sendiri,yaitu toko,restoran,ataupun usaha lainnya.Baik usaha yang tradisional ataupun yang sudah modern.
Mengamati perilaku seorang pelanggan,dalam hal ini adalah perilaku seorang pelanggan erat kaitannya dengan sifat,watak ,asal daerah,pendidikan,serta kebudayaan dan suku bangsa,dengan taraf hidup yang berbeda pula.Oleh karena itu dalam mengamati perilaku seorang pelanggan tentunya kita akan menyamaratakan satu sama lain tanpa harus membeda-bedakan,karena perbedaan orang-orang tersebut sangat terlihat jelas dari bagaimana ia berbicara,mengemukakan pendapat,mempunyai saran,usul ataupun bagaimana cara mereka bertindak.
Bagi saya mengamati seorang pelanggan itu sangat menarik,karena berbagai ragam perilaku pelanggan harus kita cermati baik-baik.
Sebagai contoh sifat dan perilaku pelanggan serta bagaimana cara kita untuk mengatasinya :

1.Pelanggan yang banyak bicara
Ciri-cirinya misalnya :
*suka banyak bicara dan menyerocos bicara tentang segala hal
*suka mendominasi dan cari perhatian
*kurang peduli terhadap orang lain,karena lebih mementingkan diri sendiri
*sering banyak komplin dan bertanya
Cara mengatasinya :
*mencoba untuk memuji kehebatan dia berbicara
*segera menawarkan bantuan padanya yang diperlukannya
*minta alamat dan no telponnya
*segera berikan tawaran dan mengalihkan ke produk yang kita tawaran
*apabila pelanggan itu jadi membeli produk kita,tawarkan pula bahwa nanti apabila ada produk baru akan segera kita beritahu atau telpon.
*tetap ramah dan tersenyum

2.Pelanggan yang pendiam atau pemalu sulit untuk didekati atau diajak bicara
Ciri-cirinya misalnya :
*sering berdiam diri dengan wajah tanpa expresi
*kelihatan gugup dalam berbicara
*jarang berbicara dan tanpa berpendapat
*malu bertanya ataupun diam tanpa bicara
Cara mengatasinya:
*dekati dan hadapilah dengan ramah dan penuh hormat padanya
*ajak berbicara dengan lembut dan sopan secara pelan-pelan
*ciptakan pembicaraan yang penuh humor tapi sopan
*tetap ramah dan sabar menghadapinya
*ajukan pertanyakan yang menarik untuknya dengan sopan dan ramah

3.Pelanggan yang suka curiga
Ciri-cirinya misalnya:
*kurang percaya terhadap orang lain yang di jumpainya
*suka mencari alasan dan kesalahan orang lain atau petugas
*selalu kwatir akan tipuan ataupun dperas,was was dan tidak senang
Cara mengatasinya:
*jangan sekali-kali menguruinya
*tenang dalam bersikap dan jangan bimbang untuk menghadapinya
*harus tegas menghadapinya dan menyakinkannya
*apabila pelanggan itu meragukan kwalitas atau keunggulan produk yang dibelinya segera berikan jaminan bahwa produk dapat di tukar atau bisa dikembalikan jika tidak sesuai yang diharapkannya

3.Pelanggan yang lugu
Ciri-cirinya misalnya :
*mudah di pengaruhi
*kelihatan tampak binggung dn ragu-ragu
*tidak PD atau tidak percaya diri
*malu bertanya
Cara mengatasinya :
*terima pelanggan apa adanya dia
*jangan gunakan kesempatan unutuk membohonginya
*menanyakan apa yg dibutuhkannya dan tegaskan kita siap untuk melayani ataupun membantunya
*terus melayani apa permintaannya dengan sabar

4.Pelanggan yang siap mental
Ciri-cirinya misalnya :
*tegas,ringkas dan tidak banyak waktu yang dibutuhkan
*sudah mempersiapkan apa yang akan di butuhkan mengenai produk apa yang akan di belinya
*penuh keyakinan dengan produk yang dibutuhkan tanpa ragu
Cara mengatasinya :
*tidak usah banyak tanya jawab
*segera proses pembayarannya
*Biarkan memilih produk sesukannya agar pelanggan itu puas dengan pilihanya sendiri

5.Pelanggan yang sombong
Ciri-cirinya misalnya :
*Bisa tersinggung dan kadang suka membentak atau menghina petugas
*berbicara kadang suka membual dan bohong
*dalam berbicara maupun penampilan mereka suka jadi pusat perhatian
*ingin selalu menonjolkan sikap yang berlebihan
*nada bicara keras
Cara mengatasinya :
*ciptakan kesan bahwa pelanggan tersebut adalah tamu istimewa
*jangan terkecoh akan penampilannya atau terpengaruh dengan sikapnya
*memberikan perhatian khusus dengan kedatangannya
*berikan pujian padanya
*tetap bersikap tenang dan sabar dengan segala sikapnya serta jangan terlalu serius ditanggapi

6.Pelanggan yang tidak sabar
Ciri-cirinya misalnya :
*selalu ingin tahu apa yang ada di toko
*sering tergesa-gesa dan kasar dalam mengambil barang dan kadang suka emosi
*sering bertanya ini itu kepada petugas
_kadang suka mengertak atau menghentakan kaki di lantai
*pandangan mata sinis kurang relax kadang melerok tanda kurang sabar atau tidak suka
Cara mengatasinya :
*Minta maaf segera atas keterlambatan pelayanan atau sesuatu yang kurang mengenakan
*memberitahu bahwa kita siap membantu semaksimal mungkin
*ucapkan terimakasih kepada pelanggan setelah permintaan terpenuhi
*melayani dengan cepat dan efisien agar mereka masih mau menunggu

7.Pelanggan yang suka emosi dan berdebat
Ciri-cirinya misalnya :
*tidak suka mendengarkan argumentasi orang lain
*suka membantah apa yang kita sampaikan
*selalu menganggap dirinya yang hebat
*suka membikin gaduh suasana sehingga mengaggu pelanggan yang lain
Cara mengatasinya :
*bersikap tenang dan tidak gugup dalam menghadapinya
*batasi percakapan pada masalah yang dihadapinya saja
*jangan sampai terpancing dengan perdebatan itu,karena akan sangat memperkeruh keadaan dan menjadi panjang perdebatannya
*kemukakan argumen yang masuk akal dengan bijaksana
*apabila keadaan sudah bisa dikuasai ,dan pelanggan sudah melunak,otomatis mereka akan menjadi
pelanggan yang setia

8.Pelanggan yang Ragu-Ragu dan teliti
Ciri-cirinya misalnya:
*kurang percaya diri dengan segala kemungkinan/keadaan
*selalu meminta pendapat orang lain dalam menentukan pilihannya
*selalu ragu dalam memutuskan sesuatu dan dipenuhi kebimbangan
Cara mengatasinya :
*ikuti kata pelanggan,dan jangan memaksakan pendapat kita
*petugas harus bersikap tenang dan percaya diri sesuai dengan bidangnya
*jangan memberikan banyak pilihan
*apabila pelanggan tidak cukup uang untuk membeli produk yang di inginkan,sebaiknya kita tawarkan produk lain /merk lain dengan halus tanpa menyinggung perasaannya

9.Pelanggan yang Banyak permintaan
Ciri-cirinya misalnya:
*suka membanding-bandingan atau iri dengan apa yang diperoleh orang lain,selalu merasa tidak puas
*apabila membeli suatu barang pasti akan menanyakan sesuatu hadiah ekstra/diskon
*suka bertanya ataupun banyak bicara,padahal mereka cuma iseng atau mengerjai petugas saja
Cara mengatasinya:
*penuhilah permintaannya
*tetap tersenyum walau hati dongkol
*dengarkan dan simak apa permintaannya
*tetap layani dan meminta maaf dan sarankan pilihan lain apabila pelanggan tidak puas dengan pelayanan kita
*minta bantuan atasana apabila kita tidak mampu untuk melayaninya

10.Pelanggan yang menerima dan baik
Ciri-cirinya misalnya :
*apabila melihat suatu barang yang di inginkan dan cocok tidak perlu banyak tanya langsung menuju kasir
*selalu murah senyum dan sopan dalam berbelanja dan bertanya
*menghargai petugas dan bersikap ramah kepada yang lainnya
*memlih barang dengan hati-hati dan mengembalikan lagi pada tempatnya bila tidak jadi membelinya
Cara mengatasinya :
*layani dengan baik dan happy
*pelanggan terbaik akan jadi pelanggan yang setia
*tetap menjaga kwalitas pelayanan yang terbaik
*ramah dan senyum apabila sudah menjadi pelanggan setia akan ada diskon khusus buat pelanggan yang setia


supermarket yang rapi dan bersih

Pengamatan saya pada sebuah toko Dennys mini market dan Indomaret

pembeli : mbak tolong barangnya di lap yang ini ,masa kotor dan berdebu
petugas bersih-bersih : wah mbak bawa saja ke kasir biar di bersihin di sana
pembeli : lha kamu kan tukang bersih-bersih kenapa gak mau nge lap sih ?
petugas bersih-bersih : ini saya sibuk ngelap barang yang di rak mbak,tuh bawa ke kasir aja
pembeli : andai aku jadi bos kamu akan langsung saya pecat ,masa semua barang dalam keadaan kotor,suruh ngelap tidak mau....
Akhirnya pembeli itu tidak jadi membeli dan keluar toko dengan dongkol,dan saya lihat dia masuk di indomaret sebelah Dennys minimarket
Memang semua barang kurang terawat kebersihannya,walaupun harga lebih murah di banding Indomaret,akan tetapi pelanggan lebih memilih belanja di tempat yang nyaman serta pelayanan yang bagus pula....saya pun merasa tidak nyaman karena ,pelayanan kurang baik,tidak ramah,sombong dan tidak ada senyum sedikitpun dari para petugas tersebut.

Bedanya di Indomaret dan Dennys minimarket :

Indomaret :
-pelayanan ramah,sopan
-barang-barang bersih dengan kwalitas yang bermutu
-ada diskon tiap weekend atau hari tertentu
-petugas siap siaga membantu apa yang di inginkan pelanggan
-ucapan selamat datang dan sampai jumpa di iringi dengan senyum

ramah dan murah senyum staf Indomaret


Dennys minimarket :
-harga lebih murah
-barang-barang kelihatan kotor dan berdebu
-pelayanan kurang baik,tidak ramah
-petugas terlihat sombong
-tidak ada ucapan selamat datang ataupun terimakasih sampai jumpa.

Tetap semangat membaca modul dan belajar
Perilaku Konsumen sangat berkaitan dengan supermarket atau toko kelontong
Di sini saya bisa membedakan bagaimana para pelanggan berbelanja, perilaku konsumen terlibat dari semua perilaku manusia yang membuat pembelian dalam keputusan,Namun perilaku konsumen berkaitan individu sementara konsumsi perilaku yang berkaitan dengan perilaku agregat dari individu.Di bawah berdiri konsumen perilaku memungkinkan pemasar untuk mengambil keputusan pemasaran yang komposit dengan kebutuhan konsumen.
Sangat menarik sekali pelajaran modul ke 2 ini....kadang saya merasa diri saya  menjadi seorang pelanggan di supermarket ataupun toko lainnya,juga pengalaman saya saat menjadi pelayan toko ataupun depot rumah makan.Banyak hal yang harus tetap saya pelajari di Mer Batch 2 ini untuk lebih memperdalam citacita saya mendirikan rumah makan atau toko impian saya nantinya.
Saya sangat berterimakasih sekali kepada kelompok diskusi yang baru yaitu KEJORA ( Pipiet Kinarya,Adhyma Raharjo , Effie azza dan saya Nick manggo) yang sekarang menjadi kelompok diskusi belajar saya di Mer Batch 1 ini.
Terima kasih atas suportnya dan motivasinya kepada Bapak dan Ibu dosen di MER Batch 1 ini.

Motivasi untuk jurnal minggu 2 adalah..."Keep Spirit and Smile "

Salam Entrepreneur